Senin, 24 Maret 2014

Laporan RAK


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Desain eksperimenadalah testesperubahantujuanyang dibuat untukinput variabel padasuatu prosesatau sistemsehingga kitadapatmengamati danmengidentifikasi alasan untukperubahan yangdapat diamatidalamrespon output.(Montgomery, 1990)
Salah satu penerapan Desain Eksperimen yaitu dengan melakukan percobaan mengukur tinggi dan berat roti. Percobaan ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), digunakan metode ini karena satuan percobaan bahan homogenatau dianggap homogen dan perlakuan berbeda, yang kemudian keragaman respon yang ditimbulkan hanya melalui perlakuan dan galat.
Pada eksperimen kali ini digunakan roti sebagai bahan percobaan, dan diberikan perlakuan yang berbeda. Roti merupakan salah satu produk makanan yang terbuat dari tepung terigu. Roti termasuk makanan pokok karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. Di dalam ilmu pangan, roti dikelompokkan dalam produk bakery, bersama dengan cake, donat, biskuit, roll, cracker, dan pie. Di dalam kelompok bakery, roti merupakan produk yang paling pertama dikenal dan paling populer di jagat raya hingga saat ini.
Pada percobaankali ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yaitu dengan perlakuan yang sama pada roti dengan kondisi yang berbeda yang memiliki 2 level, kemudian dicatat pada lembar pengamatan untuk dilakukan pengujian kemudian diukur dan dibandingkan apakah ada pengaruh yang ditimbulkan akibat pemberian perlakuan yang berberda terhadap berat dan tinggi rotipada tiap level tersebut dengan menggunakan metode  Rancangan Acak Kelompok (RAK).
1.2  Tujuan Praktikum
1.      Praktikan mampu memahami dan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam melakukan rancangan eksperimen.
2.      Praktikan mampu memahami teknik random dalam rancangan eksperimen.
3.      Mengatahui hasil uji perbandingan berat dan tinggi roti tiap level/kelompok akibat diberi perlakuan yang sama pada kelompok berbeda.
4.      Praktikan mampu menganalisa ragam secara manual dan dengan software SPSS.
1.3  Manfaat Praktikum
Manfaat yang dapat diambil dari melakukan percobaan yang telah dilakukan adalah dapat memahami pengertian dan konsep teori Rancangan Acak Kelompok (RAK), serta dapat menyelesaikan masalah dari percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK).
1.4  Alat dan Bahan
1. Alat yang digunakan dalam praktikum ini :
a. Oven
b. Mixer
c. Baskom
d. Loyang
e. Cup/cetakan
f. Jangka sorong
g. Timbangan digital
2. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini :
a. Tepung terigu 175 gram
b. Gula pasir halus 150 gram
c. Mentega 150 gram
d. Telur 3 butir
e. Backing powder ½ sdt
f. Vanili ½ sdt
g. Soda kue ½ sdt
1.5 Prosedur Praktikum
Dalam praktikum design of experiment ini praktikan akan membuat roti bolu. Pada rancangan acak kelompok ini terdapat 1 perlakuan. Kemudian perlakuan tersebut dikelompokkan pada 2 kondisi yang berbeda yang memiliki 2 level. Kemudian untuk prosedur praktikumnya sebagai berikut:
a. Mempersiapkan alat dan bahan.
b. Memilih bahan secara random.
c. Kocok mentega dan gula hingga lembut.
d. Masukkan telur ayam satu per satu sambil kocok terus hingga lembut dan rata.
e. Masukkan campuran terigu, backing powder, vanili dan soda kue, aduk rata.
f. Tuangkan pada cup/cetakan dalam loyang dengan volum yang sama.
g. Panggang adonan dalam oven.
h. Setelah matang ukur tinggi roti dengan menggunakan jangka sorong dan catat pada ceksheet.
i. Ukur berat roti dengan timbangan digital dan catat pada ceksheet.
j. Lakukan tahapan yang serupa terhadap level yang kedua.


lebih lengkapnya silahkan download disini:

Rabu, 23 Januari 2013

laporan RAL


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Desain eksperimen merupakan langkah-langkah lengkap yang perlu diambil jauh sebelum eksperimen dilakukan agar supaya data yang semestinya diperlukan dapat diperoleh sehingga akan membawa kepada analisis objektif dan kesimpulan yang berlaku untuk persoalan yang sedang dibahas. (Sudjana, 1997).
Salah satu penerapan Desain Eksperimen yaitu dengan melakukan percobaan mengukur tinggi dan berat roti. Percobaan ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), digunakan metode ini karena satuan percobaan bahan homogen atau dianggap homogen dan perlakuan berbeda, yang kemudian keragaman respon yang ditimbulkan hanya melalui perlakuan dan galat.
Pada eksperimen kali ini digunakan roti sebagai bahan percobaan, dan diberikan perlakuan yang berbeda. Roti merupakan salah satu produk makanan yang terbuat dari tepung terigu. Roti termasuk makanan pokok karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. Di dalam ilmu pangan, roti dikelompokkan dalam produk bakery, bersama dengan cake, donat, biskuit, roll, cracker, dan pie. Di dalam kelompok bakery, roti merupakan produk yang paling pertama dikenal dan paling populer di jagat raya hingga saat ini.
Pada percobaan kali ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu dengan perlakuan yang berbeda pada roti, kemudian dicatat pada lembar pengamatan untuk dilakukan pengujian kemudian diukur dan dibandingkan apakah ada pengaruh yang ditimbulkan akibat pemberian perlakuan yang berberda terhadap berat dan tinggi rotitersebut dengan menggunakan metode  Rancangan Acak Lengkap (RAL).
1.2 Tujuan Praktikum
1.      Menentukan statistik deskriptif dari data berat dan tinggi roti dengan perlakuan yang berbeda.
2.      Praktikan mampu memahami teknik random dalam rancangan eksperimen.
3.      Mengatahui hasil uji perbandingan berat dan tinggi roti setelah diberi perlakuan yang berbeda.
4.      Praktikan mampu menganalisa ragam secara manual dan dengan software SPSS.
1.3  Manfaat Praktikum
Manfaat yang dapat diambil dari melakukan percobaan yang telah dilakukan adalah dapat memahami pengertian dan konsep teori Rancangan Acak Lengkap (RAL), serata dapat menyelesaikan masalah dari percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL).

1.4  Alat dan Bahan
1. Alat yang digunakan dalam praktikum ini :
a. Oven
b. Mixer
c. Baskom
d. Loyang
e. Cup/cetakan
f. Jangka sorong
g. Timbangan digital

2. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini :
a. Tepung terigu 175 gram
b. Gula pasir halus 150 gram
c. Mentega 150 gram
d. Telur 3 butir
e. Backing powder ½ sdt
f. Vanili ½ sdt
g. Soda kue ½ sdt


1.5 Prosedur Praktikum
Dalam praktikum design of experiment ini praktikan akan membuat roti bolu. Pada rancangan acak lengkap ini terdapat 1 faktor yang berpengaruh dengan 2 level yang berbeda. Level yang pertama sesuai dengan standart pembuatan roti dan level yang kedua lebih banyak/lebih sedikit dari standart. Replikasi yang dilakukan adalah sebanyak tiga kali. Kemudian untuk prosedur praktikumnya sebagai berikut:
a. Mempersiapkan alat dan bahan.
b. Memilih bahan secara random.
c. Kocok mentega dan gula hingga lembut.
d. Masukkan telur ayam satu per satu sambil kocok terus hingga lembut dan rata.
e. Masukkan campuran terigu, backing powder, vanili dan soda kue, aduk rata.
f. Tuangkan pada cup/cetakan dalam loyang dengan volum yang sama.
g. Panggang adonan dalam oven.
h. Setelah matang ukur tinggi roti dengan menggunakan jangka sorong dan catat pada ceksheet.
i. Ukur berat roti dengan timbangan digital dan catat pada ceksheet.
j. Lakukan tahapan yang serupa terhadap level yang kedua.









BAB II
 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Desain eksperimen
Desain eksperimen merupakan langkah-langkah lengkap yang perlu diambil jauh sebelum eksperimen dilakukan agar supaya data yang semestinya diperlukan dapat diperoleh sehingga akan membawa kepada analisis objektif dan kesimpulan yang berlaku untuk persoalan yang sedang dibahas. (Sudjana, 1997).
Menurut Sugiyono (2011:73) terdapat beberapa bentuk desain eksperimen, yaitu: (1) pre-experimental (nondesign), yang meliputi one-shot case studi, one group pretestposttest,intec-group comparison;(2) true-experimental, meliputi posttest onlycontrol design, pretest-control group design; (3) factorial experimental; dan (4)Quasi experimental, meliputi time series design dan nonequivalent control group design. Penjelasan mengenai bentuk-bentuk desain tersebut adalah sebagai berikut.
(a) preexperiments
Disebut preexperiments karena desain ini belum merupakan desain sungguh - sungguh.Masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Hasil eksperimen yang merupakan variabel dependen itu bukan semata-mata dipengaruhi oleh variabel independen. Hal ini dikarenakan tidak adanya variabel kontrol dan sampel tidak dipilih secara random.
(b) true experiments
Disebut sebagai true experiments karena dalam desain ini peneliti dapat mengontrolsemua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Jadi, validitas internal (kualitas pelaksnaaan rancangan penelitian) menjadi tinggi. Sejalan dengan hal tersebut, tujuan dari true experiments menurut Suryabrata (2011 : 88) adalah untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan grup kontrol yang tidak diberi perlakuan. True experiments ini mempunyai ciri utama yaitu sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random daripopulasi tertentu. Atau dengan kata lain dalam true experiments pasti ada kelompokkontrol dan pengambilan sampel secara random.
Selanjutnya, jenis penelitian yang termasuk dalam true experiments adalah: pretestposttescontrol group design, posttest-only control group design, extensions of true experimental design, multigroup design, randomized block design, latin square design, factorial design.
c. Factorial Design
Desain merupakan modifikasi dari design true experimental, yaitu dengan
memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan terhadap hasil. Semua grup dipilih secara random kemudian diberi pretest. Grup yang akan digunakan untuk penelitian dinyatakan baik jika setiap kelompok memperoleh nilai pretest yang sama.
d. Quasiexperiments
Quasiexperiments disebut juga dengan eksperimen pura-pura. Bentuk desain inimerupakan pengembangan dari trueexperimental design yang sulit dilaksanakan. Desain ini mempunyai variabel kontrol tetapi tidak digunakan sepenuhnya untuk mengontrol variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Desain digunakan jika peneliti dapat melakukan kontrol atas berbagai variabel yang berpengaruh, tetapi tidak cukup untuk melakukan eksperimen yang sesungguhnya. Dalam eksperimen ini, jika menggunakan random tidak diperhatikan aspekkesetaraan maupun grup kontrol.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai prinsip-prinsip dasar dalam Design of Experiment ( DOE) :
1. Replikasi
Replikasi adalah pengulangan kembali perlakuan yang sama dalam suatu
    percobaan dengan kondisi yang sama untuk memperoleh ketelitian yang lebih tinggi. Replikasi diperlukan karena dapat :
a.    Memberikan taksiran kekeliruan percobaan yang dapat dipakai untuk menentukan panjang interval konfidensi atau dapat digunakan sebagai satuan dasar pengukuran untuk penetapan taraf signifikansi dari perbedaan – perbedaan yang diamati.
b.   Menghasilkan taksiran yang lebih akurat untuk kekeliruan percobaan.
c.    Memungkinkan kita untuk memperoleh taksiran yang lebih baik mengenai efek rata-rata dari suatu faktor.
2. Pengacakan atau Randomisasi
Dalam percobaan, selain faktor-faktor yang diselidiki pengaruhnya terhadap suatu variabel, juga terdapat faktor-faktor lain yang tidak dapat dikendalikan/tidak diinginkan seperti kelelahan operator, naik/turun daya mesin, dll. Hal tersebut dapat mempengaruhi hasil percobaan. Pengaruh faktor-faktor tersebut diperkecil dengan menyebarkan pengaruh selama percobaan melalui randomisasi (pengacakan) urutan percobaan.
Secara umum randomisasi dimaksudkan untuk :
a.    Meratakan pengaruh dari faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan pada semua unit percobaan.
b.   Memberikan kesempatan yang sama pada setiap unit percobaan untuk menerima suatu perlakuan sehingga diharapkan ada kehomogenan pengaruh d ari setiap perlakuan yang sama.
c.    Mendapatkan hasil pengamatan yang bebas (independen) satu sama lain.
3. Kontrol Lokal atau Blocking
Kontrol Lokal merupakan sebagian daripada keseluruhan prinsip percobaan yang harus dilaksanakan. Biasanya merupakan langkah-langkah atau usaha – usaha yang berbentuk penyeimbangan, pengkotakan atau pemblokan dan pengelompokkan dari unit-unit percobaan yang digunakan dalam percobaan. Jika replikasi dan pengacakan pada dasarnya akan memungkinkan berlakunyauji signifikansi, maka kontrol lokal menyebabkan percobaan lebih efisien, yaitu menghasilkan prosedur pengujian dengan kuasa yang lebih tinggi.
Dalam Design of Experiment ( DOE) terdapat beberapa istilah yang sering dipakai yaitu perlakuan, kekeliruan percobaan dan unit percobaan. Berikut ini adalah penjelasan dari istilah-istilah yang terdapat Design ofExperiment (DOE) :
1. Perlakuan atau Treatment
Sekumpulan kondisi percobaan yang akan dikenakan terhadap unit percobaan dalam ruang lingkup perancangan yang dipilih. Perlakuan ini bisa berbentuk tunggal atau terjadi dalam bentuk kombinasi. Ketika melakukan percobaan dalam rangka menyelidiki pengaruh jenis makanan terhadap sapi misalnya, maka perlakuan bisa berbentuk :
a) jenis sapi,
b) jenis kelamin sapi,
c) umur sapi, atau
d) takaran makanan yang diberikan kepada sapi.
Tiap perlakuan di atas merupakan perlakuan tunggal yang mungkin memberikan efek sendiri-sendiri terhadap variabel respon (berat badan, misalnya). Efek perlakuan terhadap variabel respon mungkin saja terjadi dalam bentuk gabungan atau bentuk kombinasi beberapa perlakuan tunggal yang terjadi secara bersamaan.
Dalam hal ini, kita mendapatkan kombinasi perlakuan. Efek gabungan daripada jenis kelamin sapi dan takaran makanan yang diberikan terhadap berat badan misalnya, merupakan salah satu kombinasi perlakuan yang mungkin terjadi.
2. Unit Percobaan
Unit percobaan yang dimaksudkan di sini adalah sesuatu yang dikenai oleh
perlakuan baik itu berupa perlakuan tunggal atau merupakan gabungan dari
beberapa perlakuan. Dalam contoh di atas yang menjadi unit percobaannya
adalah sapi.
3. Kekeliruan Percobaan
Kekeliruan percobaan menyatakan kegagalan daripada dua unit percobaan
identik yang dikenai perlakuan untuk memberikan hasil yang sama. Ini bisa terjadi karena, misalnya kekeliruan waktu menjalankan percobaan, kekeliruan pengamatan, variasi dari bahan percobaan, variasi antara unit percobaan, dan pengaruh gabungan dari semua faktor tambahan yang mempengaruhi karakteristik yang sedang dipelajari. Tentu saja kekeliruan percobaan ini hendaknya diusahakan supaya terjadi sekecil-kecilnya. Cara yang lazim ditempuh untuk menguranginya antara lain dengan jalan menggunakan bahan percobaan yang homogen, menggunakan informasi yang sebaik-baiknya tentang variabel yang telah ditentukan dengan tepat, melakukan percobaan seteliti-telitinya dan menggunakan perancangan percobaan yang lebih efisien.

4. Satuan amatan
Satuan amatan adalah anak gugus dari unit percobaan tempat dimana respon perlakuan diukur. Jika respon yang akan diamati adalah produksi maka satuan amatannya adalah unit percobaan itu sendiri, tetapi jika respon yang diukur
adalah tinggi tanaman maka satuan amatannya adalah satu tanaman jagung di dalam unit percobaan.
5. Faktor
Faktor adalah peubah bebas yang dicocokkan dalam percobaan sebagai penyusun struktur perlakuan. Peubah bebas yang dicobakan dapat berupa peubah kualitatif maupun peubah kuantitatif. Contoh faktor kualitatif yaitu jenis pupuk, metode belajar, jenis varietas, dan lain-lain, sedangkan contoh faktor kuantitatif yaitu dosis pupuk, radiasi, intensitas sinar (naungan) dan lain-lain.
6. Taraf (Level)
Taraf adalah nilai-nilai peubah bebas (faktor) yang dicobakan dalam percobaan.
2.2 RAL (Rancangan Acak Lengkap)
Menurut Sastrosupadi (1995), rancangan acak lengkap dilakukan pada media yang homogen.Pada rancangan acak lengkap (RAL) Penerapan percobaan satu faktor dalam rancangan acak lengkap biasanya digunakan jika kondisi unit percobaan yang digunakan relative homogen. Penerapan perlakuan terhadap unit percobaan dilakukan secara acak terhadap seluruh unit percobaan. Seperti percobaan-percobaan yang dilakukan di laboratorium atau rumah kaca yang pengaruh lingkungannya lebih mudah dikendalikan.
Rancangan acak lengkap dipergunakan jika variabel luar tidak diketahui, atau bila pengaruh variabel ini yang sengaja tidak dikontrol terhadap variasi subyek, adalah sangat kecil. Rancangan ini juga dipakai jika diketahui bahwa subyek keadaannya seragam dan inferensi yang dibuat berdasarkan hasil percobaan tidak dimaksudkan sebagai inferensi yang bersifat percobaan tidak dimaksudkan sebagai inferensi yang bersifat luas serta berlaku untuk populasi yang lebih beragam.
Rancangan ini memiliki satu kelemahan. Yakni, walaupun randomi- sasi dan matching telah dilakukan sejauh mungkin, namun kemampuan metabolisme di antara subyek itu mungkin masih tetap ada. Karenanya, dapat dimengerti jika rancangan ini tidak disarankan jika hasil ujinya dipergunakan untuk inferen- si populasi yang lebih beragam.
Disimpulkan bahwa, yang  melatarbelakangi digunakannya rancangan acak lengkap adalah sebagai berikut :
  1. Satuan percobaan yang digunakan homogen atau tidak ada faktor lain yang mempengaruhi respon di luar faktor yang dicoba atau diteliti.
  2. Faktor luar yang dapat mempengaruhi percobaan dapat dikontrol. Misalnya percobaan yang dilakukan di laboratorium.

Jumat, 16 November 2012

Rancangan Acak Lengkap (RAL)

MODUL 1 RANCANGAN ACAK LEGKAP
A. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Praktikan dapat menentukan rancangan eksperimen dengan menggunakan satu faktor perlakuan.
2. Praktikan mampu memahami teknik random dalam rancangan eksperimen.
3. Praktikan mampu menganalisa ragam secara manual dan dengan software SPSS.
4. Praktikan mengetahui pengaruh yang ditimbulkan akibat pemberian perlakuan yang berberda terhadap berat dan tinggi roti.
B. LANDASAN TEORI
Penerapan percobaan satu faktor dalam rancangan acak lengkap biasanya digunakan jika kondisi unit percobaan yang digunakan relatif homogen. Pada umumnya digunakan untuk percobaan yang dilakukan di laboratorium karena kehomogenan unit percobaan bisa dijamin sedangkan untuk percobaan lapangan, kehomogenan unit biasanya sulit dipenuhi sehingga rancangan ini jarang digunakan.
Syarat yang harus diperhatikan dalam RAL :
1. Kecuali perlakuannya, semua (media percobaan & keadaan2lingkungan lainnya) harus serba sama atau homogen.
2. Penempatan perlakuan ke dalam satuan2 percobaan dilakukan secara acak lengkap, yang artinya kita perlakukan semua satuan percobaan sebagai satu kesatuan dimana perlakuan ditempatkan ke dalamnya secara acak.
3. Hanya mempunyai 1 faktor & mempunyai sejumlah taraf faktor yang nilainya bisa kualitatif maupun kuantitatif.
Keuntungan menggunakan RAL antara lain :
1. Denah perancangan percobaannya lebih mudah.
2. Analisis statistik thd objeck percobaan sederhana.
3. Fleksibel dalam jumlah penggunaan perlakuan & ulangan.

berikut merupakan studi kasus dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) ,  : download